Detail Berita Hero
Konservasi 02 February 2026 3 menit baca

Dua Satwa, Dua Nasib, Satu Tanggung Jawab Konservasi di Jawa Timur

Admin Website 2 Views 0 Shares

Di dua lokasi berbeda di Kabupaten Kediri, dua satwa dilindungi menempuh perjalanan yang sama, yaitu keluar dari ancaman dan kembali ke jalur konservasi. Seekor Owa Jawa yang bertahun-tahun hidup sebagai peliharaan warga, serta seekor Trenggiling yang tersesat akibat banjir, diselamatkan melalui operasi Tim MATAWALI Seksi KSDA Wilayah I Kediri. Dua kisah, dua nasib, namun satu pesan kuat, satwa liar bukan untuk dimiliki, melainkan harus bebas menikmati kodrat alaminya.

Penyelamatan pertama dilakukan pada 27 Januari 2026 di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Seekor Owa Jawa (Hylobates moloch) diserahkan secara sukarela oleh warga yang telah memeliharanya sejak satwa tersebut berusia tiga bulan. Selama kurang lebih lima tahun, owa itu hidup jinak dan terawat.

Namun, seiring bertambahnya usia dan munculnya tanda-tanda birahi. Pemilik menyadari bahwa satwa tersebut membutuhkan penanganan profesional dan lingkungan yang sesuai dengan perilaku alaminya.

Kesadaran itulah yang mendorong penyerahan satwa kepada negara melalui Seksi KSDA Wilayah I Kediri. Dengan mempertimbangkan keterbatasan sarana dan sumber daya di tingkat wilayah, pada 30 Januari 2026 Tim MATAWALI mengevakuasi Owa Jawa tersebut ke Unit Penyelamatan Satwa (WRU) BBKSDA Jawa Timur untuk menjalani penanganan lanjutan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi perilaku, hingga penentuan langkah konservasi berikutnya.

Trenggiling yang Tersesat, Hutan yang Menunggu Penyelamatan kedua terjadi di Kecamatan Ngadiluwih. Seekor Trenggiling Jawa (Manis javanica) ditemukan warga di area pemukiman setelah banjir mengganggu habitat alaminya. Satwa bersisik ini, yang dikenal pemalu dan rentan terhadap perburuan ilegal, diserahkan kepada petugas untuk diamankan.

Setelah melalui tahapan rehabilitasi awal dan asesmen perilaku di kandang transit Seksi KSDA Wilayah I Kediri, serta koordinasi lintas instansi di Pos Damkar setempat, tim memastikan satwa dalam kondisi layak kembali ke alam. Pada 28 Januari 2026, Trenggiling tersebut dilepasliarkan ke kawasan konservasi Cagar Alam Besowo Gadungan, sebuah ruang yang kembali memberinya kesempatan hidup sesuai kodratnya.

Peran Negara dan Kesadaran Warga Dua peristiwa ini menegaskan satu hal penting, bahwa konservasi tidak berdiri sendiri. Ia bertumbuh dari pertemuan antara kesadaran warga dan kehadiran negara. Penyerahan satwa secara sukarela dan respons cepat petugas menjadi bukti bahwa perlindungan keanekaragaman hayati adalah kerja bersama.

BBKSDA Jawa Timur terus mengimbau masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar dilindungi, serta mendorong pelaporan apabila menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan. Setiap laporan adalah peluang menyelamatkan satu spesies dari mata rantai perdagangan ilegal dan degradasi habitat.

Dua satwa, dua nasib, dan satu tanggung jawab konservasi. Dari kandang rumah menuju pusat penyelamatan, dari pemukiman menuju hutan konservasi menjadi kisah dari Kediri ini mengingatkan bahwa masa depan satwa liar Indonesia ditentukan oleh pilihan manusia hari ini.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim Editor : Agus Irwanto Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya