Detail Berita Hero
Konservasi 04 April 2016 2 menit baca

Gunung Ijen dan Alas Purwo Jadi Biosfer Dunia

Admin Website 277 Views 0 Shares

twa_ijen_agusirwanto

Gunung Ijen yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso serta Taman Nasional Alas Purwo masuk dalam jaringan Cagar Biosfer Dunia yang ditetapkan oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-bangsa (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization / UNESCO).

Cagar Biosfer (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Ijen dan Alas Purwo tergabung dalam Cagar Biosfer Blambangan bersama dengan TN Meru Betiri dan TN Baluran.

Penetapan ini dilakukan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke 28 di Kota Lima, Peru, 18-20 Maret 2016 lalu.

Saat dikonfirmasi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membenarkan penetapan Cagar Biosfer Blambangan ke dalam jaringan Cagar Biosfer Dunia.

"Sebenarnya kami diundang tapi perjalanan cukup panjang ke Peru. Saya sudah dapat info tersebut termasuk foto penetapan yang di kirim langsung ke saya. Kita tunggu di sini saja," ujarnya.

Menurut dia, Cagar Biosfer Blambangan sebelumnya diusulkan menjadi bagian dari jaringan Cagar Biosfer dunia pada 2015 lalu karena memiliki keunikan keanekaragaman hayati dan juga budaya masyarakat lokal.

“Program Cagar Biosfer selaras dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelas Bupati Anas.

Cagar Biosfer Blambangan meliputi kawasan seluas 678.947,36 Ha yang terbagi ke dalam 3 zona yaitu area inti seluas 127.855,62 Ha yang meliputi 4 kawasan konservasi terdiri atas 3 Taman Nasional (TN Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri) dan satu Cagar Alam Kawah Ijen; zona penyangga seluas 230.277,4 Ha; dan area transisi (320.814.34 Ha).

Konsep cagar biosfer sendiri telah digagas oleh UNESCO sejak 1971 dan hingga saat ini jumlahnya mencapai 669 kawasan di 120 negara di dunia.

Sumber : nationalgeographic.co.id

Galeri Foto

Gallery Image
Tags:
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya