Detail Berita Hero
Konservasi 02 July 2025 2 menit baca

Jejak Bekantan, Penyelundupan Satwa yang Terendus di Tanjung Perak

Admin Website 2 Views 0 Shares

Malam belum larut penuh ketika bau laut dan deru mesin kapal mengiringi langkah-langkah cepat petugas patroli di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di tengah keramaian aktivitas pelabuhan, sebuah informasi rahasia menyusup, seekor satwa liar dilindungi diduga telah diseberangkan diam-diam dari Banjarmasin, menempuh ratusan mil laut dalam pengap dan gelapnya ruang kargo.

Langkah cepat pun diambil oleh Unit II Intelair Subditgakkum Ditpolairud Polda Jawa Timur. Sekitar pukul 13.00 WIB, patroli di Pelabuhan Jamrud Utara menemukan seorang pria dengan sepeda motor Honda Revo, membawa kandang kayu yang mencurigakan. Di balik jeruji kasar, matanya yang besar dan cemas menatap tajam, seekor Bekantan jantan (Nasalis larvatus), primata berhidung panjang endemik hutan bakau Kalimantan, terkurung tanpa suara.

Seorang pria pun diamankan bersama satwa malang itu. Ia kini menghadapi ancaman pidana berat sebagaimana diatur dalam Pasal 40A ayat (1) UU No. 32 Tahun 2024. Ancaman pidana penjara minimal tiga tahun dan denda kategori tertinggi mengintainya.

Bekantan tersebut diduga diangkut melalui KM Dharma Rucitra 1, membelah Laut Jawa dari Pelabuhan Banjarmasin menuju Surabaya. Sebuah perjalanan yang nyaris merenggut harapan terakhir dari salah satu primata paling terancam di dunia.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah III Surabaya segera bergerak cepat. Melalui serangkaian identifikasi, tim menyelamatkan dan mengevakuasi satwa tersebut ke kandang transit WRU Balai Besar KSDA Jawa Timur, tempat rehabilitasi sementara untuk satwa-satwa liar yang selamat dari jaringan perdagangan ilegal.

Langkah ini menjadi simbol perlawanan terhadap kejahatan terhadap satwa liar yang semakin sistematis. Bekantan, yang seharusnya bergelantungan di antara pepohonan bakau, justru nyaris hilang di balik jalur perniagaan gelap antar pulau.

Perjalanan satwa ini bukan sekadar kisah penyelamatan, tetapi cermin buram dari sisi gelap perdagangan satwa liar yang terus berlangsung. Satu ekor bekantan mungkin telah diselamatkan malam itu, namun sejauh mana kita mampu menjaga hutan dan penghuninya dari perburuan tak berkesudahan? (dna)

Sumber: Bidang KSDA Wilayah 2 Gresik - Balai Besar KSDA Jawa Timur

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya