Detail Berita Hero
Konservasi 29 May 2017 1 menit baca

Jerapah alami kepunahan perlahan

Admin Website 52 Views 0 Shares
20151009antarafoto-kelahiran-anak-jerapah-09102015-ma-2xxx

Jerapah, mamalia darat tertinggi di dunia, kini terancam punah karena populasinya anjlok hampir 40 persen secara global dalam 30 tahun terakhir.

Angkanya menurun drastis dari sekitar 155.000 ekor pada 1985 menjadi 97.000 pada 2015, demikian disampaikan Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Status konservasi jerapah sebelumnya tercatat sebagai "yang paling sedikit kekhawatiran," tapi sekarang digolongkan sebagai "rentan" kepunahan setelah organisasi tersebut memperbarui daftar spesies global yang terancam punah baru-baru ini.

Dalam pertemuan keanekaragaman hayati di Meksiko, para konservasionis menuding hilangnya habitat, kerusuhan sipil, perburuan dan perubahan ekologi sebagai ancaman utama terhadap kepunahan jerapah.

Semua orang menganggap jerapah ada di mana-mana, tetapi jumlah mereka kian merosot, kata Julian Fennessy, yang ikut memimpin kelompok spesialis IUCN jerapah.

Ia merujuk bahwa jerapah menjadi makhluk yang mengalami "kepunahan diam-diam".

Menurut IUCN, spesies berleher panjang tersebut saat ini masih tersebar di seluruh Afrika bagian selatan dan timur, dengan populasi kecil yang terisolasi di Afrika barat dan tengah.

Organisasi tersebut mengusulkan langkah-langkah konservasi yang khas, seperti manajemen habitat dan perlindungan melalui penegakan hukum dan inisiatif konservasi berbasis masyarakat.

Sumber : antaranews.com

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya