Konservasi
26 March 2021
7 menit baca
Komisi IV DPR RI Bersama Dirjen KSDAE Melepasliarkan Satwa di Taman Nasional Baluran
Hari Konservasi Alam Nasional merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hari Konservasi Alam Nasional ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2009 oleh Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Republik Indonesia yang keenam.
Hari Konservasi Alam Nasional, atau yang biasa disingkat HKAN, merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Hari peringatan ini dikoordinir langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
[caption id="attachment_5680" align="alignleft" width="150"]
Dirjen KSDAE bersama ketua komisi IV meninjau suaka banteng di TN Baluran[/caption]
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Konservasi Alam Nasional ke 12 tahun 2021, Kamis, 25 Maret 2021, Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Balai Taman Nasional Baluran melaksanakan kegiatan Road To HKAN yang dilaksanakan di Taman Nasional Baluran. Kegiatan ini bersamaan dengan agenda kerja kunjungan spesifik Komisi IV DPR RI bersama Dirjen KSDAE Kementerian LHK. Pelepasliaran satwa sebagai penanda Road To HKAN 2021 dilakukan jajaran Direktorat Jenderal KSDAE bersama Komisi IV DPR RI dan Bupati Situbondo.
Adapun tujuan pelepasliaran adalah selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya juga agar satwa dapat berkembangbiak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem yang ada. Satwa yang dilepasliarkan telah melalui tahapan penanganan prosedur pelepasliaran, Rehabilitasi satwa termasuk pemeriksaan kesehatan, penilaian perilaku satwa yang bertujuan mengetahui sifat alami (liar) satwa, proses habituasi di lokasi pelepasliaran dan monitoring pasca pelepasliaran. Perlakuan/ penanganan satwa pra pelepasliaran bertujuan memastikan bahwa satwa tersebut layak dan siap untuk dilepasliarkan ke habitatnya, sedangkan monitoring pasca pelepasliaran guna memastikan bahwa satwa dapat survive dan kembali liar di habitatnya.
Jenis satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 2 ekor merak hijau (Pavo muticus), 1 ekor trenggiling (Manis javanica), 7 ekor burung jenis Tiong Emas (Gracula religiosa religiosa) dan 50 ekor Tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) Data lengkap dari keempat jenis satwa tersebut adalah sebagai berikut:
Dirjen KSDAE bersama ketua komisi IV meninjau suaka banteng di TN Baluran[/caption]
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Konservasi Alam Nasional ke 12 tahun 2021, Kamis, 25 Maret 2021, Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Balai Taman Nasional Baluran melaksanakan kegiatan Road To HKAN yang dilaksanakan di Taman Nasional Baluran. Kegiatan ini bersamaan dengan agenda kerja kunjungan spesifik Komisi IV DPR RI bersama Dirjen KSDAE Kementerian LHK. Pelepasliaran satwa sebagai penanda Road To HKAN 2021 dilakukan jajaran Direktorat Jenderal KSDAE bersama Komisi IV DPR RI dan Bupati Situbondo.
Adapun tujuan pelepasliaran adalah selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya juga agar satwa dapat berkembangbiak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem yang ada. Satwa yang dilepasliarkan telah melalui tahapan penanganan prosedur pelepasliaran, Rehabilitasi satwa termasuk pemeriksaan kesehatan, penilaian perilaku satwa yang bertujuan mengetahui sifat alami (liar) satwa, proses habituasi di lokasi pelepasliaran dan monitoring pasca pelepasliaran. Perlakuan/ penanganan satwa pra pelepasliaran bertujuan memastikan bahwa satwa tersebut layak dan siap untuk dilepasliarkan ke habitatnya, sedangkan monitoring pasca pelepasliaran guna memastikan bahwa satwa dapat survive dan kembali liar di habitatnya.
Jenis satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 2 ekor merak hijau (Pavo muticus), 1 ekor trenggiling (Manis javanica), 7 ekor burung jenis Tiong Emas (Gracula religiosa religiosa) dan 50 ekor Tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) Data lengkap dari keempat jenis satwa tersebut adalah sebagai berikut:
- Merak Hijau (Pavo muticus)
Galeri Foto
Tags:
Bagikan:
Link disalin!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar
Berita Terkait
Konservasi
06 March 2026•Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Konservasi
06 March 2026•Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Konservasi
06 March 2026•Admin