Detail Berita Hero
Konservasi 17 September 2025 2 menit baca

Puntung Rokok Bisa Membakar Saobi, Edukasi Warga Jadi Tameng Terakhir Hutan

Admin Website 2 Views 0 Shares

Di balik keringnya Cagar Alam Pulau Saobi, ancaman sesungguhnya bukan hanya datang dari musim kemarau, tetapi dari kebiasaan kecil manusia. Puntung rokok yang dibuang sembarangan atau pembakaran daun jati yang tak terkendali dapat menjadi awal dari bencana besar.

Menyadari hal itu, tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 12 Sumenep bersama Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Pamekasan melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan pada 11–14 September 2025. Bukan hanya menyisir jalur rawan api, mereka juga hadir untuk menggugah kesadaran masyarakat.

Di sepanjang jalan alternatif yang menghubungkan dusun dan melintasi kawasan konservasi, tim melakukan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan. Pesannya sederhana namun mendesak, jangan membuang putung rokok, jangan menyalakan api sembarangan.

Kepada para pemilik kebun jati yang berbatasan dengan hutan konservasi, tim memberikan edukasi penting. Jika pembakaran serasah harus dilakukan, lakukan secara terkendali dan diawasi, agar api tidak merambat ke kawasan hutan. Langkah ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas petugas, tetapi juga tugas setiap warga.

Hasil uji serasah menunjukkan fakta mencemaskan bahwa kelembaban hanya tersisa 50 persen. Artinya, kondisi bahan bakar alami di lantai hutan siap menyala kapan saja jika bertemu api. Informasi ini menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan melibatkan masyarakat dalam langkah-langkah pencegahan.

Selain edukasi, tim membuat sekat bakar manual sebagai batas antara kebun warga dengan kawasan hutan. Mereka juga mulai menandai titik rawan kebakaran dan merancang peta kawasan berisiko tinggi. Nantinya, papan informasi tingkat bahaya kebakaran akan dipasang di titik strategis agar masyarakat terus diingatkan.

Pulau Saobi adalah rumah bagi savana, hutan, dan satwa yang bergantung padanya. Edukasi masyarakat adalah pagar tak kasatmata yang paling kuat. Dengan kesadaran bersama, ancaman api bisa dicegah, dan hutan tetap berdiri sebagai penyangga kehidupan. (dna)

Sumber: Bidang KSDA Wilayah 2 Gresik – Balai Besar KSDA Jawa Timur

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya