Detail Berita Hero
Konservasi 10 April 2025 2 menit baca

Saat Siamang dan Kakaktua Koki Muncul di Jantung Gresik

Admin Website 2 Views 0 Shares

Di antara nisan tua dan lantai pabrik yang berdebu, dua makhluk asing dari rimba jauh terdampar. Seekor siamang jantan, primata bersuara nyaring dari hutan hujan Sumatera, ditemukan lemas di pemakaman Driyorejo. Tak jauh dari sana, seekor kakaktua koki, burung putih berjambul kuning dari Kepulauan Aru tergeletak di sudut pabrik.

Keduanya tak berasal dari Jawa Timur. Mereka bukan bagian dari hutan-hutan jati atau semak belukar pesisir utara Jawa Timur. Tapi justru itulah yang membuat kisah ini menyesakkan. Mereka hadir di tempat yang bukan rumahnya.

Menapaki hari pertama aktifitas pasca liburan nyepi dan Idul Fitri 1446 H, pada Selasa (08/04/25) Tim Matawali Resort Konservasi Wilayah 09 Mojokerto menerima total 22 ekor satwa liar yang berhasil diselamatkan dalam sebulan terakhir. Sebagian besar ular—termasuk 16 ekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus), satu sanca bodo (Python bivittatus), dan seekor ular beludak (Trimeresurus insularis) serta sepasang monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) diselamatkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Gresik dari pemukiman sekitar. Sisanya adalah primata dan burung langka hasil penyerahan warga secara sukarela.

Siamang itu ditemukan oleh Firman Bagus Cahya Putra. Hampir sepuluh bulan ia merawatnya di rumah, mencoba menyambung hidup si makhluk bergelantungan itu, hingga akhirnya melapor ke BBKSDA Jatim. Kakaktua koki datang dari cerita yang serupa, Dani Guntara menemukannya dalam kondisi lemah, tak mampu terbang, di area pabrik Wing Surya. Ia tahu burung itu bukan miliknya dan lebih dari itu, bukan milik siapa pun. Maka ia menyerahkannya untuk kembali ke alam.

Kini, semua satwa tersebut ditranslokasi ke Kandang Transit Unit MATAWALI BBKSDA Jatim. Di sana mereka akan ditangani, dinilai kondisinya, dan bila mungkin, dipulangkan ke habitat asalnya. Harapan terindah semua bisa kembali kerumahnya, namun beberapa kisah, mereka tidak mampu karena terlalu lama terlepas dari dunia liarnya.

Kisah ini bukan hanya tentang penyelamatan. Ia adalah potret retakan yang menganga di antara ruang hidup manusia dan satwa. Di Gresik, sebuah kota industri yang terus bertumbuh, kehidupan liar menemukan cara untuk muncul, terkadang di tempat yang paling tak terduga. Dan ketika seekor siamang berseru di antara batu nisan, atau kakaktua koki menggeliat di bawah atap pabrik, alam sedang berbisik, kebebasannya telah rampas atau mungkin rumah mereka telah hilang, atau mungkin telah dicuri. (dna)

Sumber : Bidang KSDA Wilayah 2 Gresik

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya