Tiga Sanca Bodo Menjemput Takdir Alamnya
Di bawah naungan rimbun pepohonan Hutan Lindung Badegan, tiga ekor sanca bodo (Python bivittatus) begerak perlahan ke tanah berlapis dedaunan. Setelah sekian lama dalam kandang rehabilitasi, Kamis 27 Februari 2025, mereka kembali ke rumah sejatinya.
Pelepasliaran ini merupakan bagian dari kegiatan Matawali dalam rangkaian Road to Hari Bakti Rimbawan 2025. Pelepasliaran ini bukan sekadar peristiwa biasa. Ini adalah bagian dari upaya panjang mengembalikan keseimbangan alam, memastikan satwa liar tetap berada di tempat yang semestinya.
Inisiatif ini digelar oleh RKW 06 Ponorogo, Seksi KSDA Wilayah I Bojonegoro, bersama Jaga Satwa Indonesia (JSI) Cabang Ponorogo, Perum Perhutani, serta kader konservasi dari Pondok Pesantren Alkhair Putra Jenangan.
Dua dari sanca tersebut diserahkan oleh warga pada awal tahun, sementara satu lainnya ditemukan di Desa Gelangkulon. Mereka sempat menjalani perawatan dan observasi di kandang transit sebelum akhirnya dinyatakan siap untuk kembali ke alam. Lokasi pelepasliaran dipilih dengan cermat, jauh dari pemukiman, memastikan mereka memiliki peluang terbaik untuk bertahan hidup.
Setiap ular yang kembali ke rimba adalah simbol harapan. Harapan bahwa manusia dan alam bisa kembali berdamai, bahwa setiap spesies punya tempatnya sendiri dalam ekosistem yang saling terhubung. Hari itu, di tengah sunyi hutan, tiga ekor sanca menjemput takdirnya dan alam menyambut mereka kembali. (dna)
Sumber: Bidang KSDA Wilayah I Madiun
Galeri Foto
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar
Berita Terkait
Konservasi
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Konservasi
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Konservasi