Detail Berita Hero
Konservasi 20 October 2025 2 menit baca

Warga Pakis Jember, Serahkan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA Jatim

Admin Website 2 Views 0 Shares

Seorang warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Joko Prasetyo, dengan penuh kesadaran menyerahkan seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) peliharaannya kepada petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (17/10/2025). Langkah ini muncul bukan semata karena aturan, melainkan karena rasa takut yang berubah menjadi kepedulian.

Beberapa hari sebelumnya, masyarakat Jember dihebohkan oleh peristiwa konflik satwa di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, dimana adanya kejadian seekor monyet peliharaan lepas dan menyerang warga. Kabar itu menyebar cepat, memunculkan kesadaran baru tentang potensi bahaya dari memelihara satwa liar tanpa izin dan tanpa pemahaman terhadap perilakunya.

Merespons situasi tersebut, Kepala Desa Pakis segera menghubungi petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Bidang KSDA Wilayah III Jember, melaporkan adanya warga yang bersedia menyerahkan satwa peliharaannya secara sukarela. Tim segera bergerak menuju kediaman Sdr. Joko Prasetyo, memastikan proses serah terima berlangsung aman dan penuh tanggung jawab.

Kini, monyet ekor panjang tersebut telah diamankan di kandang transit Bidang KSDA Wilayah III Jember untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi perilaku. Nantinya, satwa ini akan melalui proses penilaian sebelum dapat ditentukan lokasi pelepasliaran yang sesuai, sesuai dengan prosedur konservasi yang berlaku.

Tindakan sukarela seperti ini adalah cermin perubahan cara pandang masyarakat terhadap satwa liar, dari sekadar objek hiburan menjadi makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Monyet ekor panjang, yang kerap ditemukan di kawasan hutan dan tepi perkampungan, adalah spesies kunci ekosistem hutan tropis. Mereka membantu penyebaran biji dan menjaga dinamika ekologi di hutan-hutan Jawa Timur. Namun, ketika diambil dari alam dan dijadikan peliharaan, keseimbangan itu terganggu, baik bagi manusia maupun bagi satwanya sendiri.

Langkah kecil dari seorang warga Pakis ini menjadi pengingat bahwa kesadaran konservasi dapat tumbuh dari rasa takut, lalu berkembang menjadi kepedulian, dan akhirnya menjadi bagian dari upaya besar menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

Setiap satwa liar yang kembali ke alam adalah bagian dari upaya kita mengembalikan keseimbangan. Alam tak menuntut banyak, hanya ingin dibiarkan tetap hidup sebagaimana mestinya. (dna)

Sumber: Bidang KSDA Wilayah 3 Jember – Balai Besar KSDA Jawa Timur

Galeri Foto

Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya