Detail Berita Hero
Konservasi 16 March 2018 2 menit baca

Wow !!! Gladiol Liar Bermekaran Di Savana Sikasur

Admin Website 491 Views 0 Shares

Pendaki gunung mana sih yang tidak mengetahui Savana Sikasur yang terletak di Suaka Margasatwa Dataran tinggi Yang atau Gunung Argopuro ini. Kalau belum tahu mungkin kalian kurang jauh mainnya.

Para pendaki sering menyebut savana ini dengan Cikasur, padahal sebenarnya Sikasur. Dan saat ini bunga Gladiol liar sedang bermekaran di savana yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl dan memiliki luas tak kurang dari 70 hektar ini.

Bunga Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil, seperti bentuk daunnya. Bunga yang berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun yang lalu tersebut merupakan tanaman bunga hias semusim yang berbentuk herba dan masuk ke dalam famili Iridaceae.

Hasil penelitian tahun 1988, Indonesia mengenal 20 varietas gladiol diantaranya Gladiolus gandavensis, Gladiolus primulinus, Gladiolus ramosus, dan Gladiolus nanus (wikipedia.org).

Bunga gladiol di Sikasur dapat dijumpai di sekitar jalur pendakian, daerah terbuka dengan matahari penuh, dan semak-semak yang berada di sekitarnya. Beberapa diantaranya dapat dijumpai dekat mata air sungai kolbu.

Adapun ciri-ciri bunga Galadiol yang dijumpai di Sikasur yakni berbatang herbaceus, berbentuk bulat (teres), dengan permukaan yang rata (laevis), dan berwarna hijau, hijau kekuningan, merah, serta merah ungu. Arah tumbuhnya tegak lurus (erectus), dengan pola percabangan monopodial. Daunnya terdiri dari pelepah daun dan helaian daun, bangun daun berbentuk garis, ujung daun runcing (acutus), duduk daun berseling bergantian (folia disticha).

Berdasarkan ciri-ciri bunga gladiol yang dijumpai di Sikasur, beberapa jenis yang mirip diantaranya yaitu Gladiolus dalenii, Gladiolus oppositiflorus, dan persilangan keduanya yaitu Gladiolus gandavensis.

Bunga liar ini mekar saat musim hujan, yakni sekitar bulan Januari hingga April. Ia terlihat mencolok diantara rerumputan hijau di sekitar Sikasur. Kemungkinan besar bunga ini ditanam sebagai tanaman hias pada zaman kolonial belanda di sekitar bangunan yang berada di Sikasur.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, siapkan peralatan mendaki kalian, siapkan perbekalan, fisik, dan jangan lupa kamera. Sebab, sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan, gunung, dan lautan, Henry Dunant. (Samsul Maarif, Bakti Rimbawan di KPHK. Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang)

Editor : Agus Irwanto

Galeri Foto

Gallery Image
Gallery Image
Beri Rating
Bagikan:
Link disalin!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Berita Terkait

Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Konservasi
06 March 2026Admin
Pembinaan Pegawai Balai Besar KSDA Jawa Timur, Perkuat Sinergitas Dan Integritas
Baca Selengkapnya
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Konservasi
06 March 2026Admin
Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan
Baca Selengkapnya
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Konservasi
06 March 2026Admin
Jejak Bentung Yang Kembali, Harapan Baru Lutung Jawa Joko Tarub
Baca Selengkapnya